Materi Masalah Manusia di Bidang Ekonomi SMA

  • 4 min read
  • Apr 22, 2020
catatan materi masalah manusia dalam bidang ekonomi finansial

Membicarakan manusia memang tidak ada habisnya, apalagi dalam bidang ekonomi kita mengetahui betul banyaknya problematik aserius yang harus dihadapi manusia demi mencapai suatu tujuan yang dapat memakmurkan rakyat dan mengauing tinggi pilar finansial dunia kita, termasuk di negara Republik Indonesia.

Tapi, hal itu tidak akan bertahan lama apabila masalah-masalah yang nanti akan disebutkan dalam artikel ini terus dilakukan oleh tatanan generasi mulai dari boomer hingga ke generasi Z, masalah yang ada dalam bidang ekonomi ini telah diulas dalam buku ekonomi kelas X (10) di SMA dengan mereka yang mengambil jurusan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial).

Mengetahui masalah manusia dalam bidang ekonomi tidak luput dari pemberdayaan manusia itu sendiri yang sampai sekarang sudah terdiversifikasi sangat jauh dan tentu membawakan kesenjangan dalam suatu kastanisasi ekonomi.

Inilah peran masyarakat dan pemerintah untuk dapat melakukan suatu ikatan, mencapai suatu persetujuan agar masalah manusia dalam bidang ekonomi tidak terjadi.

Masalah Manusia Di Bidang Ekonomi

  1. Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang ara orang dan masyarakat membuat pilihan dalam menggunakan sumber daya produksi yang terbatas unntuk memenuhi kebutuhannya.

  1. Kebutuhan Manusia

Kebutuhan merupakan keinginan yang harus dipenuhi dalam rangka memepertahankan kelangsungan hidup. Kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia bersifat terbatas.  Oleh karena itu, manusia harus melakukan pengorbanan tertentuk untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jenis kebutuhan manusia dapat dilihat dari beberapa kriteria berikut.

  • Berdasarkan intensitas atau tingkat kepentingan yaitu sebagai berikut.
  • Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan yang wajib dipenuhi terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lain. Contoh makan, minum, rumah, kesehatan,pakaian dan pendidikan.
  • Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan yang bersifat pelengkap, yaitu dipenuhi setelah memenuhi kebutuhan primer. Contoh meja, kursi, lemari, sepeda, radio, perlengkapan dan peralatan rumah tangga.
  • Kebutuhan tersier, yaitu kebutuhan akan barang mewah yang dipenuhi setelah memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Contoh mobil mewah, perhiasaan intan, berlian, dan kapal persiar.
  • Berdasarkan waktu yaitu sebagai berikut.
  • Kebutuhan sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang dan tidak dapat ditunda. Contoh obat saat sakit, makanan dan minuman saat lapar, dan buku tulis saat siswa menulis pelajaran.
  • Kebutuhan masa depan, yaitu kebutuhan yang dapat ditunda tetapi perlu dipersiapkan sekarang. Contoh naik haji dengan mengikuti tabungan haji mulai sekarang,mengikutkan anak pada asuransi pendidikan sejak kecil, dan mengikuti program jaminan hari tua sejak mulai bekerja sebagai karyawan.
  • Berdasarkan sifat yaitusebagai berikut.
  • Kebutuhan jasmani, yaitu kebutuhan untuk memenuhi keperluan raga/ jasmani manusia. Contohnya pakaian, makanan, tempat tinggal, dan peralatan olahraga.
  • Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan untuk memenuhi keperluan rohani/jiwa/pikiran manusia. Contohnya pendidikan, ibadah, rekreasi, hiburan, kenyamanan, agama, keamanan, keindahan, dan menikmati kesenia.
  • Berdasarkan subjek yaitu sebagai berikut.
  • Kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh seseorang/individu. Contohnya buku,pensil,bolpoin bagi pelajar, cangkul bagi petani, kacamat bagi penderita rabun.
  • Kebutuhan kelompok, yaitu kebutuhan yang diperlukan semua orang. Contohnya jembatan, tempat ibadah, tempat rekreasi.
  1. Kelangkaan

Kelangkaan merupakan kesenjangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan alat pemenuhan kebutuhan yang terbatas. Alat pemenuhan kebutuhan yang bersifat terbatas dikenal dengan istilah sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi terdiri atas sumber daya alam, sumber daya manusia modal, dan kewirausahaan. Dalam rangka memenuhi  kebutuhan manusia menghadapi masalah kelangkaan sumber daya ekonomi. Untuk mengatasi masalah tersebut manusia perlu bersikap rasional.

Faktor – faktor yang menyebabkan kelangkaan antara lain:

  • Keadaan geografis
  • Pertumbuhan ekonomi yang lambat
  • Keterbatasan kemampuan produksi
  • Perbedaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
  • Bencana alam

 

  1. Masalah Pokok Ekonomi

Menurut pandangan aliran klasik, masalah pokok ekonomi adalah produksi (kegiatan membuat barang dan jasa), konsumsi (kegiatan menggunakan barang dan jasa), dan distribusi (kegiatan menyalurkan barang dan jasa). Adapun menurut aliran pandangan modern, masalah pokok ekonomi terdiri atas what, yaitu barang dan jasa apa yang diproduksi,  how,  yaitu bagaimana cara memproduksi barang dan jasa, dan for whom, artinya untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

 

  1. Biaya Peuang (Opportunity Cost)

Pengertian biaya peluang, jika dikaitkan dengan kegiatan produksi, adalah sejumlah barang yang dikorbankan tidak diproduksi dan memilih memproduksi sejumlah barang lain karena keterbatasan modal yang dimiliki.

Pengertian biaya peluang, dikaitkan dengan pendapatan, adalah pendapatan yang dikorbankan tidak diterima karena memilih pendapatan lain dari hasil bekerja di tempat yang bersangkutan. Contoh nya sebuah perusahaan menetapkan tiga alternatif jenis barang yang dapat diproduksi. Alternatif pertama memerlukan biaya produksi Rp 10.000.000,00, alternatif kedua Rp 15.000.000,00, dan alternatif ketiga Rp 20.000.000,00. Manajer bagian produksi memutuskan memilih alternatif pertama. Berdasarkan kondisi tersebut, biaya peluangnya adalah Rp 20.000.000,00.

 

  1. Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi semua aktivitas ekonomi dalam masyarakat, baik yang dilakukan olehpemerintah atau swasta berdasarkan prinsip, ketentuan, dan ciri tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

Ciri – ciri :

  • Memenuhi kebutuhan dengan barter atau memproduksi sendiri.
  • Bertumpu pada sektor agraris.
  • Keadaan masyarakat statis, tradisional, dan sederhana.
  • Produksi disesuaikan kebutuhan pribadinya.
  • Hubungan masyarakat bersifat kekeluargaan.
  • Belum ada pembagian kerja.
  • Belum ada pemisahan rumah tangga konsumsi dengan rumah tangga produksi.

 

  1. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat

Ciri – ciri :

  • Sumber daya ekonomi dikuasai negara.
  • Kegiatan ekonomi, jenis, dan pembagian pekerjaan diatur pemerintah.
  • Hak milik pribadi tidak diakui pemerintah.
  • Pemerintah bertanggung jawab atas kegiatan ekonomi masyarakat.
  • Keadaan ekonomi relatif stabil, jarang terjadi krisis.
  • Distribusi barang dan pendapatan lebih adil dan merata.
  • Daya kreasi dan inisiatif individu dibatasi.
  • Pemerintah memiliki hak monopoli dalam menerapkan kebijakan perekonomian.
  1. Sistem Ekonomi Liberal/Pasar

Ciri – ciri :

  • Pemerintah tidak mencampuri kegiatan ekonomi.
  • Kegiatan ekonomi berorientasi pada laba optimal.
  • Sumber produksi dikuasai oleh swasta.
  • Masyarakat bebas berinisiatif dan berkreasi dalam kegiatan ekonomi.
  • Persaingan usaha ketat.
  • Efektivitas dan efisiensi produksi tinggi.
  • Kesenjangan ekonomi dan sosial tinggi.
  • Perekonomian cenderung tidak stabil.
  1. Sistem Ekonomi Demokrasi

Ciri – ciri :

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Cabang – cabang produksi yag penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Sesuai dengan perkembangan dan ideologi bangsa.
  • Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
  • Mengutamakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
  • Sumber daya ekonommi yang menguasai hajat hidup masyarakat dikuasai oleh negara.
  • Penggunaan sumber daya ekonomi harus berorientasi pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *