Kebiasaan Orang Sunda yang Khas dan Unik Banget

  • 3 min read
  • Mar 19, 2020
kebiasaan orang sunda yang khas dan unik banget

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku bangsa, salah satunya adalah suku Sunda. Suku Sunda adalah orang-orang yang mayoritas berlokasi di pulau Jawa, utamanya di Jawa Barat. Orang Sunda memiliki banyak sekali kebiasaan yang unik dan menarik sekali. Bahkan beberapa kebiasaan orang Sunda ini tidak akan ada di suku manapun.

Penasaran apa saja kebiasaan yang sering di lakukan orang Sunda? Berikut ini saya rangkum beberapa yang paling khas dan paling melekat bagi orang Sunda.

  1. Selalu Ada Kata Teh dan Mah Setiap Bicara

Membedakan orang Sunda atau bukan sangatlah mudah, kamu bisa simak ketika ia bicara. Salah satu kebiasaan orang Sunda yang paling sering dilakukan adalah mengucapkan kata teh atau mah pada setiap kali ia bicara.

Mau bicara dalam bahasa Indonesia ataupun dalam bahasa Sunda pasti ada kata mah dan teh dalam setiap kata yang diucapkannya. Contoh paling sederhana adalah ketika mengucapkan kata, “da aku mah apa atuh” atau, “kamu teh orang mana?”.

  1. Selalu Sopan Terhadap Siapapun

Orang Sunda merupakan orang yang memiliki kebiasaan untuk selalu bersikap sopan terhadap siapapun. Dalam hal kesopanan orang Sunda memiliki tingkatan tersendiri. Antara orang sebaya, ade tingkat dan orang yang lebih tua selalu dibedakan baik dari cara bersikap ataupun dari cara menyapa dan bertutur kata.

Bahkan sebutan untuk setiap orang keluarga orang Sunda memiliki istilah baku yang mengaturnya dengan baik. Dimana jika disebut sesuai dengan nama tingkatannya maka akan di kecam dan di anggap tidak sopan. Orang Sunda akan menyebut saudaranya dengan sebutan tingkat itu, menyebut nama adalah hal yang di anggap kurang sopan antara saudaranya.

  1. Memiliki Selera Humor Tinggi

Orang Sunda merupakan orang yang paling humoris. Memang tidak semua demikian, namun mayoritas orang Sunda sangat humoris. Tidak heran, jika mereka melawak akan sangat kental dan sangat menjiwai sekali dengan lawakannya.

Bahkan ada banyak sekali lho artis lawak orang Sunda yang terkenal dengan lawakan khasnya, salah satunya adalah Sule. Orang Sunda secara lahiriah memiliki sifat humoris, bagi sebagian orang Sunda begitu lucu. Bahkan saat mereka marah sekalipun orang Sunda masih terlihat lucu.

  1. Suka Sekali dengan Gorengan

Salah satu kebiasaan orang Sunda lainnya adalah sangat suka dengan gorengan. Coba saya kamu pergi ke berbagai wilayah tatar Sunda, Bandung misalnya. Disana kamu akan menemukan beragam jenis olahan gorengan yang inovatif sekali bahkan mungkin belum pernah kamu temukan di daerah manapun.

Baik itu di tempat wisata ataupun di perkampungan warga, pasti ada saja rumah yang produksi gorengan sebagai cemilan. Biasanya yang paling sering kali di temukan gorengan adalah di warung-warung kopi dekat jalan atau pangkalan motor.

  1. Suka dengan Makanan Serba Manis

Bukan hanya orangnya saja yang manis-manis, orang Sunda juga sangat suka dengan makanan yang serba manis. Bahkan sayur yang mereka buat saja untuk makanan sehari-hari, harus lebih terasa manis ketimbang masakan lainnya.

Gula menjadi salah satu bumbu utama dalam masakan orang Sunda. Maka tidak heran mayoritas masakan mereka selalu terasa manis. Bahkan untuk sekelas sambal pedas saja harus terasa manisnya.

  1. Tidak Bisa Bedakan F dan P

Coba saja tanya ke  orang Sunda, minta sebutkan antara huruf F dan P. Mayoritas orang Sunda sulit untuk membedakan mana huruf P dan mana huruf F. Bahkan sering kali orang Sunda salah menulis nama yang harusnya huruf F diganti dengan P.

Hal ini menjadi salah satu kebiasaan yang sering kali mayoritas orang Sunda lakukan. Hal ini memang tidak terjadi pada orang Sunda namun kebanyakan orang dari Sunda memang tidak bisa membedakan antara keduanya.

  1. Mayoritas Orang Sunda Tidak Suka Merantau

Salah satu kebiasaan orang Sunda yang juga masih berlaku sampai sekarang adalah tidak suka merantau. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, di suku Sunda tempatnya begitu enak dan nyaman. Wilayahnya di kelilingi dengan gunung dan bukit. Sehingga mereka ogah untuk keluar dari daerahnya karena saking betahnya dengan suasana dan lingkungannya sendiri.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *